PENYELESAIAN PELANGGARAN BERAT HAK ASASI MANUSIA BERBASIS KEARIFAN LOKAL

Main Article Content

Woro Winandi
Endah Lestari Dwirokhmeiti

Abstract

Maraknya kasus-kasus Pelanggaran berat HAM di Indonesia yang selama ini belum terselesaikan melalui jalur pengadilan harus diselesaikan oleh suatu lembaga yang mengadopsi nilai-nilai kearifan lokal masyarakat. Pembentukan lembaga yang disebut dengan Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi ini diharapkan dapat mendudukkan  pihak-pihak yang bersengketa, yaitu: Korban Pelanggaran berat HAM di satu sisi dan pelaku pelanggaran berat HAM disisi lain ke dalam posisi yang sejajar. Dengan posisis sejajar ini diharapkan dapat menimbulkan rasa “ngewongke uwong” sesama manusia. Bilamana proses “ngewongke uwong” ini dapat berlangsung, maka proses rekonsiliasi dengan sendirinya juga akan berlangsung demi terbentuknya persatuan bangsa Indonesia.

Article Details

Section
Articles